Ganti Pemilik

August 26, 2008

pagi-pagi baca koran emang menyenangkan, apalagi kalo sambil duduk2 di depan rumah sambil minum teh anget..emm….. jadi pengen pulang…

tapi meski tanpa teh anget tetep aja bisa baca koran  yang menyenangkan karena gratis nggak pake bayar :D koran online. berita yang sempat menarik perhatian adalah pembelian saham indosat oleh Qtel, Qatar Telecomunication. saham yang semula dipegang Temasek sebesar 40,8 %..gede ya…yang menarik, indosat adalah BUMN. menurutku BUMN harusnya dikuasai negara, mayoritas saham dipegang pemerintah. lhah ini dibagi bagi….

kapan ya Telkom bisa membeli saham BUMNnya telekomunikasi malaysia atau singapura??atau pertamina mengakuisisi saham petronas??kayaknya ngimpinya berlebihan….mengamankan kebutuhan pokok dalam negri aja susahnya kebangetan…


perjalanan yang melelahkan…

August 26, 2008

akhirnya…..

setelah lama nggak menjamah blog karena aktivitas TA dengan berbagai macam variasinya, sekarang bisa nge-blog lagi..tapi bingung juga mau nulis apa??? :-? apapun bisa ditulis ya…

lebih dari 3 bulan blog ini aku tinggalkan, mengasingkan diri di lantai 20 gedung menara kuningan. yap disana benar2 mengasingkan diri dari semua keseharianku, sangat berbeda dengan kehidupanku sehari-hari dikampus. di sana aku harus keluar rumah jam 6 supaya tidak telat akibat jalanan jakarta yang sangat khas, macet. jam 7 pagi aktivitas udah dimulai dan jam 4 sore pulang. berangkat pagi pulang sore. aktivitas ini terus berjalan setiap hari. benar2 ujian berat untuk mengerjakan TA.

di menara kuningan aku bermarkas di kantornya petrochina, aku ngendon di lantai 20. lantai 20 merupakan kantornya petrochian untuk cekungan salawati di Papua. di petrochina aku belajar tentang analisa data log. meskipun di kampus aku hanya belajar 2 sks mata kuliah analisa data well log tapi aku pede aja biar bisa belajar banyak hal.


WordPress vs Blogspot

April 5, 2008

wordpress Blogspot

Setelah beberapa kali nyoba ngeblog, aku punya beberapa penilaian versi aku sendiri :P. dari blog yang aku pake, wordpress ama blogspot, aku dapet perbedaan yang jelas sekali.

wordpress terkesan rigid , kaku harus patuh ama defaultnya jadi kita harus trimo ama nasib :D. tapi dibalik pematuhan wordpress atas kita, kita justru diberi berbagai fasilitas kemudahan yang fleksibel untuk ngeblog dan jarang sekali ada trouble selama ngeblog.

beda lagi ama blogspot, blog besutan google ini emang banyak sekali kemudahannya, fleksibel, bisa pasang code/javascript, dan bisa plugin sesuka hati (tapi tetep ikut ama gandengannya mbah google :P). tapi, dari kemudahan yang diberikan itu kita justru dipenjara dengan fasilitas itu. bagaimana tidak, beberapa hari ini aja aku nggak bisa ngapa-ngapain ama blogspotku, bisanya cuma edit posting, ngeposting, ganti template, tapi untuk mengedit tampilan busyeett….ampuuunnnn gak bisa sama sekali, mungkin aku yang gak bisa ya :D, ato komputerku yang gak mampu??? ah ngeco! :D nggak ada cerita kayak gitu (masak siih??:P).

yah …apapun yang terjadi, pengalaman ngeblog selama ini, meskipun nggak sejago para nlogger yang lain tetep aja aku menemukan duniaku, my world bahwa WordPress is the best :P


goes to campus

April 2, 2008

nggak nyangak akhirnya aku udah 6 kali pindah kos2an sejak pertama kali menginjakkan kaki di bumi ITS. dulu ketika maba (manis banget :P) aku ngekosnya di keputih 2C/24, meskipun kos2an hanya berfungsi sebagai tempat ganti baju dan nyuci, ternyata kerasa juga kalo kosku nggak nyaman, panas, bising, mahal :P, akses pintu nggak 24 jam, juga temen2 kos yang eksklusif. akhirnya dapet 2 semester aku pindah kos ke keputih 3B/1. sebuah kamar kos yang jauh lebih nyaman, lebih luas dan lebih murah.

tapi ternyata di 3B sekarang ini juga sama, kos hanya sebagai tempat ganti baju dan nyuci :D. karena fungsi kos yang nggak maksimal, aku piir lebih baik tinggal di sekret aja biar nggak rugi bayar kos dan aktivitas juga tetep jalan. dapat 1 semester di B aku pindah ke sekret di keputih 3/9. disini aku bertahan selama 1 tahun. setelah 1 tahun ternyata udah waktunya sekret bayar kontrakan dan ternyata si empunya rumah nggak mengijinkan kita memperpanjang kontrakan karena rumahya mau dibangun.

selama 2 mingu hunting rumah kontrakan membuahkan hasil yang nggak sia-sia. kita dapat rumah bagus dengan harga miring, (yup kita memainkan ikatan emosional, basic ormasnya sama :D).Di sekret baru aku bertahan 2 semester. selama perjalanan hidup di sekret sembari kuliah dan hidup di pergerakan ternyata cukup berliku jalan yang aku hadapi….dan…..sampai akhirnya aku memilih untuk pindah kos lagi. kali ini aku pindah di keputih 3A/1. selama hidup di 3A/1 ini aku mulai kembali ke fitroh :P, mulai aktif lagi di aktivitas akademis. yahh, meskipun berat karena harus menata mindset lagi tetap harus dilalui. toh akhirnya aku berhasil juga melewati masa kritis itu, dan sampai sekarang harus tetap mempertahankan diri, survive  dengan masa kritis yang baru dan akan terus bertemu dengan masa sulit. “itulah hidup” itu adalah komentar dari dosen pembimbingku ketika ngobrol2 soal hidup :D. nah singkat cerita, di 3A/1 ini adalah masa kosku paling lama daripada kos2ku yang dulu. ketika dulu hanya 1-2 semester, disini aku bisa sampai 4 semester (wow…udah berapa semester ya aku kuliah??? :P).

menjelang UTS dan menjelang waktu pembayaran kos2an aku dapat kepastian waktu mengerjakan TA di PetroChina. untuk meminimize pengeluaran untuk kos aku mengambil keputusan untuk pindah  kos lagi. terhitung sejak saat ini,  2 april 2008 aku pindah kos di Lab. Geofisika ITS…. :)) jadi punya kos gratis dan jadi penghuni lab :P..tentunya itu semua harus dengan ijin kalab :P

nah moga2 aja dengan tinggal di lab seperti sekarang ini akan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat buatku, buat keluargaku, buat calon keluargaku :P, buat Lab, dan juga buat semua… :D


Perkenalan Terhadap Perhitungan Logging While Drilling

March 3, 2008

Beberapa hari yang lalu aku browsing2 di internet dan…. nemu tulisan menarik tentang logging dan ini tulisan alumni geofisika ITS sendiri dan nemunya di blog alumni sendiri :D yang nulis mas Fauzul Firdaus dan nemunya di blognya AM Ustadz pengelola ustadz.net. OK lain kali tentunya aku sendiri yang akan nulis :-P

Perkenalan Terhadap Perhitungan Logging While Drilling

 

Oleh: Fauz Firdaus

Logging while drilling maksudnya adalah pengambilan perhitungan properti petrofisis formasi seperti saturasi hidrokarbon, litologi, dll. di sekitar lubang sumur saat sumur tersebut dibor.

Klien menggunakan jasa LWD untuk mengevaluasi nilai produksi reservoir saat pengeboran dilakukan dan setelah pengeboran selesai. Untuk itu sangat penting ketepatan perhitungan alat LWD karena akan sangat menentukan kesinambungan rencana pengeboran yang telah disusun sebelumnya dalam suatu bentuk proposal pengeboran.

Beberapa tipe perhitungan logging while drilling antara lain:

1. Sinar Gamma
2. Resistivitas
3. Densitas & Porositas
5. Sonik
5. Seismik
7. Tekanan Formasi
8. Suhu & Tekanan Sumur

Disamping itu juga terdapat beberapa aplikasi lain yang sering dipakai saat pengeboran, bergantung dari tujuan pengeboran yang dilakukan.

Produk dari alat LWD bisa berupa kurva log, data numerik ascii ataupun model gambar. Kurva log adalah kumpulan titik-titik data yang mewakili hasil perhitungan formasi dan titik ini berurutan berdasarkan kedalaman pengeboran sehingga berbentuk kurva. Analisa semua data log dan data pendukungnya dikenal dengan nama interpretasi, dan hasil interpretasi inilah yang akan sangat menentukan keputusan eksplorasi dan produksi. Data numerik ascii sebernarnya sama saja dengan kurva log yang disalin ke dalam bentuk numerik sebagai perwakilan titik-titik data berdasarkan kedalaman tertentu. Sedangkan model gambar adalah bentuk produk perhitungan khusus dari alat LWD yang disajikan seperti kumpulan kurva log 2D atau 3D dan juga digunakan sebagai korelasi dengan data lainnya.

Sinar Gamma
Bergantung pada jenis sumber dan sensor sinar gamma yang dipakai pada berbagai macam alat logging, maka perhitungan ini bisa berupa perhitungan kandungan alami sinar gamma di formasi, ataupun perhitungan jumlah sinar gamma yang kembali ke sensor setelah ditembakkan sensor ke formasi. Apapun jenis sensor yang dipakai, sinar gamma digunakan untuk melihat kandungan radiokatif yang ada di formasi. Selain itu, pada aplikasi sensor densitas, sinar gamma juga dipakai untuk menghitung tingkat densitas formasi.

Sinar gamma umumnya dipakai untuk membedakan lapisan batuan pasir (sand) dan batuan lempung (shale). Sebagai aturan dasar, bahwa sand umumnya memiliki kandungan radioaktif yang lebih sedikit daripada shale. Namun hal ini tidak mesti terjadi pada semua tipe formasi, di berbagai belahan dunia, kandungan radioaktif juga banyak didapatkan di sand, yang kemudian dikenal dengan nama dirty sand. Untuk mempermudah pemahaman tentang sinar gamma kita bisa mengambil aturan dasar yaitu semakin tinggi nilai sinar gamma maka semakin banyak kandungn shale di formasi, begitu pula sebaliknya. Hal ini akan sangat baik jika dikombinasikan dengan data resistivitas untuk melihat apakah bisa disimpulkan bahwa nilai sinar gamma yang tinggi menunjukkan adanya shale dan sebaliknya.

Resisitivitas
Perhitungan yang dilakukan oleh alat LWD adalah perhitungan derajat seberapa besar formasi menolak arus listrik yang ditembakkan ke formasi oleh alat LWD. Data yang diambil oleh alat LWD sebenarnya adalah konduktifitas yang merupakan lawan dari resistivitas, namun dengan begitu maka dapat secara mudah dihitung nilai resistivitasnya.

Bergantung dari jenis alat resistivitas yang dipakai, perhitungan ini bisa dilakukan dengan injeksi arus secara langsung ke formasi, atau bisa berupa penembakan gelombang elektromagnetik ke formasi. Sistem perhitungan keduanya berbeda, namun hasil yang didapatkan mestinya sama. Sistem yang berbeda ini dirancang berdasarkan perbedaan lingkungan pengeboran dan jenis formasi, berkaitan dengan tipe lumpur yang dipakai saat pengeboran dan tujuan pengambilan data yang diinginkan.

Data yang dihasilkan berupa resistivitas dipakai untuk menafsirkan secara kasar tentang litologi formasi. Sebagai aturan dasar, semakin tinggi nilai resistivitas maka semakin tinggi kandungan batuan pasir (sand) dan semakin rendah kandungan resistivitas maka semakin tinggi nilai batuan lempung (shale). Dipakai bersama data sinar gamma, maka bisa dengan mudah kita melihat perbedaan litologi secara kasar untuk melihat prospek sand and shale suatu formasi, yang kemudian kita kenal dengan nama interpretasi shally-sand. Yaitu jika sinar gamma bernilai rendah dan resistivitas bernilai tinggi maka kemungkinan terdapat kandungan sand, begitu pula sebaliknya jika sinar gamma bernilai tinggi dan resistivitas bernilai rendah maka kemungkinan terdapat shale di formasi. Jika sinar gamma bernilai rendah dan resistivitas juga bernilai rendah, maka kemungkinan terdapat air di formasi. Jika sinar gamma bernilai tinggi dan resistivitas juga tinggi, maka kemungkinan terdapat kandungan sand yang berisi bahan radiokatif (dirty sand).

Pentingnya penafsiran sand dan shale ini adalah karena hidrokarbon yang kita cari (minyak dan gas) selalu bertumpuk di bebatuan pasir (sand) sehingga dengan penentuan litologi ini, bisa kita lihat secara kasar pada lapisan mana saja kita bisa temukan minyak dan gas dan pada lapisan mana saja yang tidak terdapat hidrokarbon tersebut. Namun begitu dari sekian lapisan yang terisi hidrokarbon, tidak semuanya bisa diproduksi karena kandungannya perlu kita lihat lebih cermat. Hal ini bisa dibantu dengan adanya parameter petrofisis yang lain seperti permeabilitas dan saturasi air yang kita hitung melalui data densitas dan porositas.

Porositas
Porositas adalah persentase formasi yang terisi oleh ruang berpori. Pada dasarnya ruang berpori terisi oleh hidrokarbon atau air. Satu hal yang sama diantara keduanya adalah sama-sama mengandung hidrogen.

Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui seberapa banyak kandungan hidrogen di formasi yaitu dengan meggunakan neutron. Kenapa? karena neutron dan hidrogen bermusuhan. Kemana saja neutron pergi, jika ada hidrogen maka lajunya akan menjadi lambat. Jadi jika kita lemparkan 10 neutron ke formasi dan di sensor kita tangkap jumlah yang sama maka asumsi kita tidak ada kandungan hidrogen di formasi tersebut. Namun jika kita lemparkan 10 neutron ke formasi kemudian sensor kita hanya menangkap 2 neutron kembali ke sensor, maka asumsi kita adalah kandungan hidrogen di formasi tersebut sangat tinggi karena 8 neutron telah lebih lambat daripada 2 neutron yang lain. Kira-kira analogi perhitungan alat porositas adalah sepeti itu.

Kalau kita kembalikan ke perumusan pengertian porositas tadi, maka bisa kita tarik suatu asumsi dasar yaitu dengan semakin sedikitnya neutron yang kembali ke sensor, maka semakin banyak kandungan hidrogen di formasi, dan dengan begitu maka berarti formasi memiliki banyak pori-pori yang terisi oleh hidrogen, baik itu berupa air atau hidrokarbon.

Densitas
Densitas adalah jumlah massa per satuan volum. Sedangkan Densitas Bulk adalah hitungan kotor berat jenis secara total atau rata-rata per satu satuan. Dalam hal ini kita berbicara entang jumlah massa per satuan volum formasi.

Untuk menentukan densitas bulk ini kita bisa menggunakan aplikasi sinar gamma. Namun sinar gamma yang dimaksud di sini adalah sinar gamma yang ditembakkan ke formasi dan bukan sinar gamma yang secara alami terkandung di formasi. Efek sinar gamma yang bisa kita analisa untuk menghitung densitas adalah Efek Hamburan Compton dan Efek Serapan Fotolistrik.

Sebagai aturan dasar adalah semakin banyak kandungan elekron suatu materi maka semakin tinggi nilai densitas materi tersebut.

Ketika sinar gamma energi-sedang menjalar dan berinteraksi dengan atom, sebagian energinya dipakai untuk melempar elektron keluar dari jalur orbitnya dan sinar gamma-pun mengalami penurunan tingkat energi menjadi tingkat energi-lemah yang kemudian ia menjalar lagi, efek ini dikenal dengan nama Hamburan Compton. Ketika sinar gamma energi-lemah ini menjalar kembali dan berinteraksi dengan atom lainnya, karena tingkat energinya yang rendah maka ia terserap oleh atom tersebut, efek ini dikenal dengan nama Serapan Fotolistrik. Kedua efek ini berkaitan langsung dengan jumlah elektron yang terkandung di salam suatu atom. Semakin banyak elektron, semakin sedikit sinar gamma yang bisa menjalar karena efek hamburan dan serapan tadi.

Dengan begitu, semakin sedikit pula sinar gamma yang bisa kembali ke sensor yang ada di alat LWD. Sensor ini menghitung spektrum energi untuk menentukan seberapa banyak sinar gamma tingkat energi-sedang yang kembali ke sensor dan seperti apa tingkat energi sinar gamma tersebut. Semakin sedikit sinar gamma yang kembali ke sensor, berarti semakin banyak sinar gamma yang hilang berinteraksi dengan atom di formasi, yang menunjukkan banyaknya kandungan elektron di formasi tersebut atau dengan kata lain semakin tinggi tingkat densitas formasi tersebut.

Lalu bagaimana hubungan densitas ini dengan keberadaan hidrokarbon di formasi? Alat LWD beroperasi berdasarkan asumsi bahwa densitas bulk alat sama dengan densitas bulk formasi. Namun pada kenyatannya teknik perhitungan ini tidak sama, karena alat LWD menghitung densitas bulk bedasarkan jumlah elektron pada suatu volum materi, sedangkan densitas bulk formasi bergantung terhadap berat atom atau jumlah proton dan neutron dalam suatu volum materi. Untuk itu perlu dicari perumusan yang menghubungkan antara densitas bulk alat LWD dan densitas bulk sebenarnya di formasi.

Berikut solusinya, silahkan dicermati secara pelan-pelan, ini tidak rumit tapi butuh daya tangkap yang bagus untuk mengerti algoritma perhitungannya:

  1. Kita definisikan jumlah elektron setiap satu gram atom, N(Z).
  2. Kita definisikan jumlah elektron setiap satu gram, N(Z/A).
  3. Kita definisikan jumlah elektron setiap sentimeter kubik, Ne = N(Z/A)RHOB dimana RHOB = densitas bulk formasi, dengan begitu Ne bisa kita sebut sebagai densitas elektron.
  4. Berdasarkan densitas elektron bisa kita definisikan indeks elektron sebagai, RHOE = 2(Ne/N), dengan begitu RHOE bisa kita sebut sebagai jumlah elektron pada suatu volum tertentu.
  5. Dari perumusan di atas bisa kita sederhanakan mejadi, RHOE = 2(Z/A)RHOB.
  6. Pada sebagian besar elemen yang ditemukan di lingkungan pengeboran, berat atom setara dengan dua kali nomer atom, atau dengan kata lain, jumlah proton dan neutron pada suatu atom setara dengan dua kali jumlah elektron pada atom tersebut, (2Z/A) = 1.
  7. Jadi perumusan RHOE bisa disederhanakan menjadi, RHOE = RHOB, ini kita rumuskan untuk sebagian besar elemen yang ditemukan di lingkungan pengeboran.
  8. Sedangkan densitas bulk LWD seperti yang dijelaskan di atas adalah berdasarkan jumlah elektron atau indeks densitas elektron, RHOA = RHOE, dimana RHOA adalah densitas bulk LWD.
  9. Sehingga bisa disimpulkan bahwa RHOA = RHOE = RHOB, atau densitas bulk LWD adalah setara dengan densitas bulk formasi.

Coba dilihat kembali bahwa (2Z/A) = 1, hal ini adalah benar pada hampir semua elemen yang ditemukan di lingkungan pengeboran, tapi tidak benar pada hidrogen. Karena hidrogen memiliki 1 proton, 1 elektron, dan tidak memiliki neutron. Jadi pada hidrogen perbandingan algoritma tersebut tidak sama dengan 1. Ini sangat penting bagi kita karena hidrogen terkandung di hidrokarbon dan air. Jadi ketika hidrogen terkandung di suatu formasi, maka RHOA tidak akan sama dengan RHOE.

Untuk mengatasi masalah perhitungan ini saat ditemukan kandungan hidrogen, maka dilakukan eksperimen untuk menentukan hubungan RHOA dan RHOE saat hidrogen terdapat di formasi. Yaitu dengan meletakkan alat pada suatu lempengan batuan kapur yang sudah diketahui porositasnya sekitar 0% sampai 40%, kemudian pori-porinya diisi dengan air. Melalui eksperimen ini ditemukan hubungan RHOA = (1.0704 RHOE) - 0.1883, yang dipakai Schlumberger untuk menghitung RHOA saat alat LWD berada di lingkungan yang mengandung hidrogen. Eksperimen juga dilakukan menggunakan lempengan batuan pasir dan dolomite, karena ketiga jenis batuan ini yang paling sering ditemukan di lingkungan pengeboran. Dengan hasil eksperimen tersebut maka semua alat LWD Schlumberger yang menghitung densitas harus dikalibrasi berdasarkan standard ini. Air dan minyak memiliki kandungan hidrogen yang hampir sama, sehingga tidak perlu adanya koreksi terhadap hasil perhitungan. Namun ketika alat LWD melintasi bebetuan yang berbeda semisal batuan garam dan gipsum, maka butuh sedikit koreksi terhadap hasil perhitungan densitas formasi yang diperoleh alat LWD, karena algoritma yang dipakai hanya diperuntukkan untuk jenis batuan kapur, pasir dan dolomite.

Semua hasil perhitungan ini adalah tidak mesti tepat karena adanya faktor-faktor di lingkungan pengeboran yang berubah dari waktu ke waktu juga akan mempengaruhi perhitungan. Koreksi-koreksi ini sangat penting adanya untuk ketepatan hasil akhir perhitungan parameter fisis yang akan diberikan kepada klien. Koreksi ini berbeda-beda antara satu perhitungan dengan perhitungan lain, misalnya pada sinar gamma kita harus koreksi dengan besarnya diameter sumur, berat jenis lumpur bor, kandungan potasium dan besarnya diameter alat. Porositas memiliki koreksi yang paling rumit karena sangat bergantung pada banyak faktor lingkungan pengeboran yang berubah setiap saat, seperti suhu di dalam sumur, tingkat ke-asinan formasi dan lumpur, jenis matrik formasi, besarnya diamter lubang sumur, indeks hidrogen formasi, dsb.

Sinar gamma, resistivitas, porositas dan densitas adalah jenis parameter fisis yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi formasi dan dari perhitungan-perhitungan ini bisa dilanjutkan untuk menginterpretasi formasi melalui tingkat permeabilitas, kandungan jenuh air, dsb. untuk kemudian diperoleh perhitungan jumlah hidrokarbon yang bisa diproduksi. Hal ini bisa kita bahas dalam bab lain berupa cara interpretasi dan perhitungan evaluasi formasi.

 

 


dari tahi ayam hingga soto ayam, cerita singkat belajar kehidupan

February 28, 2008

kemaren sore hujan rintik-rintik, suasana yang sangat nyaman kalo kita sekedar nongkrong, duduk2, ngobrol2 santai sambil  minum teh/kopi panas dan  makan gorengan, ah  benar2 nikmat. itu adalah rencana saya bareng  teman2 karena emang lagi free, nggak  ada kerjaan :-P . tapi nggak lama ketika kita keluar lab, kita ketemu Bapak kita tercinta, Pak Wu. Saat itu beliau sedang ngobrol lewat telp dengan seorang diseberang sana. ketika beliau selesai segera beliau menawarkan pada kita apakah ada yang mau ikut bertemu dengan seseorang untuk belajar ilmu kehidupan. kontan aja aku langsung menjawab  “ok  bapak saya ikut”  ya karena emang nganggur aja :-P.

setelah sholat ashar kita segera cabut ke daerah Ambengan  dengan motor. meskipun hujan rintik2 masih menemani kita dengan setianya toh  kita tetep aja berangkat. nggak lama kita udah sampe di Ambengan dan segera bisa bertemu dengan orang yang dimaksud. bayangan saya, orang itu masih muda dan berpenampilan seperti seorang jaksa karena kita memarkir motor didepan ruko milik seorang notaris&PPAT. yah ternyata orangnya seusia dengan Pak Wu atau mengkin lebih tua sedikit. Abdurrochim namanya, orang yang sederhana dan sangat bersahaja, seperti pramuka aja :-P . begitu ketemu saya mengira beliau berdua adalah teman lama, atau setidaknya sudah cukup lama kenalnya karena cara bicara dan bergaulnya benar2 seperti layaknya teman lama. tapi setelah ngobrol sendiri dengan pak wu, mereka pada saat itu baru ketemu untuk kedua kalinya. benar2 hebat cara kominikasi beliau2 ini :D.

semula aku juga mengira akan ada pembicaraan yang serius dan sedikit senyum apalagi tertawa, ternyata saya salah, semua pembicaraan yang terjadi seperti bukan pembicaraan serius alias guyonan, cangkruan . namun dalam cangkrukan itu banyak makna yang dapat diambil. mulai dari cara pandang terhadap fenomena masyarakat yang  bisa jadi bisnis yang menguntungkan, kejelian dalam memandang kehidupan, kesiapan dan kekuatan mental menghadapi kesulitan hidup  untuk dijadikan tantangan yang menarik ladang bisnis yang menguntungkan…ujung2nya bisnis ya :-/ :-P

dari pembicaraan yang panjang itu ada beberapa hal yang saya tangkap dari pemikirian beliau (pak rochim) : jangan menganggap masalah orang lain sebagai tontonan semata apalagi harus dipersulit, justri kita harus menolongnya dengan apapun yang kita bisa, pandang kehidupan ini dengan jeli, mental kita harus kuat, jangan biarkan uang kita diam saja tanpa dimanfaatkan. satu lagi pesan yang aku dapat dari pak wu adalah jangan pernah enggan apalagi lupa untuk menolong orang jika kita udah mapan, aman dan nyaman tapi jangan menunggu kaya untuk menolong orang.  semuanya bermuara pada sabda Rasulullah Muhammad bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, ini aku diajari waktu aku masih MI/SD dulu, tapi kok sulit juga ya mengerjakannya :D
itu dulu aja yang bisa aku tuliskan untuk hari ini, udah magrib mau buat laporan dulu ama Yang Maha Kuasa, moga2 ada manfaatnya :-)


Perjalanan mendadak

February 12, 2008

rencana hari ini pengennya donor darah dilanjutkan menyelesaikan program database pake VB, ke BPLS after lunch dan kuliah fisika statistik :p.  tapi rencana-tetaplah rencana dan  bisa jadi nggak sesuai dengan yang kita rencanakan.

perubahan pertama adalah donor darah. donor darah kali ini diselenggarakan oleh teman2 jurusan perkapalan, saking semangatnya kita waraga lab geofisika ITS bareng2 berangkat ke plasa Dr. Angka tempat dilaksanakannya donor darah.dalam perjalanan aku bertemu Pak Wu dan seperti biasa dapat amanat yang harus dikerjakan :D. selesai dengan Pak Wu aku langsung menyusul bergabung ama teman2 di Dr. Angka  untuk donor. begitu sampai di Dr. Angka aku langsung isi form donor, karena aku udah pernah donor maka aku ngisi form warna putih. emang ada 2 warna form, biru untuk edisi perdana donor dan putih untuk yang udah pernah donor.

selesai mengisi form, langsung aku menuju petugas dang menyerahkan form tersebut. selanjutnya cukup lihat-lihat, komentar sana-sini sambil menunggu giliran dicek kesehatan dan bila lolos maka nunggu lagi untuk antri donor.selang beberapa lama namaku dipanggil, kontan aku langsung meluncur ke arah sumber suara. tapi pernytaan sumber suara mengecewakanku. aku nggak boleh donor dulu karena aku donr terakhir bulan desember 2007, belum memenuhi batas 3 bulan untuk bisa donor.

perubahan kedua adalah, aku nggak jkadi kuliah fistat karena harus ke BPLS dan ke Linda Jaya untuk membeli tiket pesawat jurusan Surabaya-MataramPP. pembelian tiket pesawat ini dimulai dengan tawaran pak Anang waktu kita lagi diskusi soal tim riset lumpur porong. pada diskusi ini pak anang melempar pertanyaan  kamu udah pernah naik pesawat?mau naik peswat ke mataram? cukup sehari aja trus bisa langsung pulang.

ya di mataram, sebuah kota  di nusa tenggaara barat.  di mataram aku harus mengantarkan peralatan geomagnetik ke universitas mataram. dengan adanya tugas ini berarti aku harucari tiket pesawat untuk terbangke mataram besok siang dan pulang tgl 14 pagi.

karena harus cari tiket maka aku nggak bisa kuliah fisika statistik, endingnya aku nggak kuliah sama sekali hari ini


liku-liku kuliah diujung tanduk

February 1, 2008

lucu, menyedihkan, menjengkelkan semua rasa menjadi satu ketika masa perkuliahan yang harusnya udah selesai ternyata harus diperpanjang lagi yang disebabkan oleh sistem yang simpang siur.

kejadian ini menimpa 5 orang teman orang seangkatanku yang harusnya udah bisa wisuda bulan maret besok. kelegaan setelah mengerjakan tugas akhir yang melelahkan dan sidang tugas akhir yang menegangkan ternyata tidak bisa ditebus dengan kegembiraan yang biasanya diungkapkan dalam bentuk makan2 dengan teman2. bagaimana tidak, setelah syukuran lulus sidang tugas akhir ternyata masih harus kuliah lagi karena jumlah SKSnya kurang. kok bisa begitu ya???

ternyata ini berawal dari ekivalensi pada 2004 dulu. pada ekivalensi dulu, mahaiswa yang udah mengambil matakuliah pancasila tidak diwajibkan untuk mengambil mata kuliah dasar manajemen, dan hebatnya lagi setelah ekivalensi mata kuliah pancasila tidak diadakan lagi namun mahaiswa yang sudah mengambilnya tetap diakui nilainya.  pada saat FRSan memang terjadi kebingungan dikalangan mahasiswa karena ada banyak versi tentang mata kuliah setelah ekivalensi, termasuk mata kuliah pancasila itu. nah ternyata kebingungan ini disambut oleh dosen wali yang nggak paham bener dengan ekivalensi. akhirnya mereka yang udah mengambil pancasila tetep harus mengambil dasar manajemen, hanya mereka yang beruntung  yang bisa tidak mengambil dasar manajemen.

setelah FRSan emang semua berjalan baik2 aja dan tetap muncul polemik lagi tentang kuliah, dan sekarang gilirannya bahasa inggris.

dampak dari kebingungan ini terlihat saat ini. mereka yang udah lulus TA tapi jumlah SKS mereka tepat 144 terpaksa harus kuliah lagi. karena penumpukan SKS mata kuliah umum itu (pancasila dan dasar manajemen) sehingga jumlah SKS matakuliah jurusan kurang.

untuk menyentuh garis aman, SKS jurusan harus 130 dan SKS kuliah umum 14, jadi tepat 144. kalo mo lebih bagus lagi ya ditambah aja mata kuliah jurusanya.

akhirnya…..selamat berjuang kawan2, tetap semangat, kita saat in iberada dalam medan perang yang agung. jadi teringat lagunya bang Iwan Fals ” tujuan bukan utama, yang utama adalah prosesnya, kita hidup cari bahagia, harta dunia kendaraannya, bahan bakarnya budi pekerti


lompatan jenuh

January 29, 2008

karena jenuh dengan aktivitas sehari-hari, kayaknya asik juga kalo aku menyalurkan energi dengan ngeblog disini ya :p, meskipun ada blog lain yang juga aku buat mainan. tapi aku pengen buat yang beda disini. :P