dari tahi ayam hingga soto ayam, cerita singkat belajar kehidupan

Posted on February 28, 2008. Filed under: Dunia Sekitar |

kemaren sore hujan rintik-rintik, suasana yang sangat nyaman kalo kita sekedar nongkrong, duduk2, ngobrol2 santai sambil  minum teh/kopi panas dan  makan gorengan, ah  benar2 nikmat. itu adalah rencana saya bareng  teman2 karena emang lagi free, nggak  ada kerjaan😛 . tapi nggak lama ketika kita keluar lab, kita ketemu Bapak kita tercinta, Pak Wu. Saat itu beliau sedang ngobrol lewat telp dengan seorang diseberang sana. ketika beliau selesai segera beliau menawarkan pada kita apakah ada yang mau ikut bertemu dengan seseorang untuk belajar ilmu kehidupan. kontan aja aku langsung menjawab  “ok  bapak saya ikut”  ya karena emang nganggur aja😛.

setelah sholat ashar kita segera cabut ke daerah Ambengan  dengan motor. meskipun hujan rintik2 masih menemani kita dengan setianya toh  kita tetep aja berangkat. nggak lama kita udah sampe di Ambengan dan segera bisa bertemu dengan orang yang dimaksud. bayangan saya, orang itu masih muda dan berpenampilan seperti seorang jaksa karena kita memarkir motor didepan ruko milik seorang notaris&PPAT. yah ternyata orangnya seusia dengan Pak Wu atau mengkin lebih tua sedikit. Abdurrochim namanya, orang yang sederhana dan sangat bersahaja, seperti pramuka aja😛 . begitu ketemu saya mengira beliau berdua adalah teman lama, atau setidaknya sudah cukup lama kenalnya karena cara bicara dan bergaulnya benar2 seperti layaknya teman lama. tapi setelah ngobrol sendiri dengan pak wu, mereka pada saat itu baru ketemu untuk kedua kalinya. benar2 hebat cara kominikasi beliau2 ini😀.

semula aku juga mengira akan ada pembicaraan yang serius dan sedikit senyum apalagi tertawa, ternyata saya salah, semua pembicaraan yang terjadi seperti bukan pembicaraan serius alias guyonan, cangkruan . namun dalam cangkrukan itu banyak makna yang dapat diambil. mulai dari cara pandang terhadap fenomena masyarakat yang  bisa jadi bisnis yang menguntungkan, kejelian dalam memandang kehidupan, kesiapan dan kekuatan mental menghadapi kesulitan hidup  untuk dijadikan tantangan yang menarik ladang bisnis yang menguntungkan…ujung2nya bisnis ya:-/😛

dari pembicaraan yang panjang itu ada beberapa hal yang saya tangkap dari pemikirian beliau (pak rochim) : jangan menganggap masalah orang lain sebagai tontonan semata apalagi harus dipersulit, justri kita harus menolongnya dengan apapun yang kita bisa, pandang kehidupan ini dengan jeli, mental kita harus kuat, jangan biarkan uang kita diam saja tanpa dimanfaatkan. satu lagi pesan yang aku dapat dari pak wu adalah jangan pernah enggan apalagi lupa untuk menolong orang jika kita udah mapan, aman dan nyaman tapi jangan menunggu kaya untuk menolong orang.  semuanya bermuara pada sabda Rasulullah Muhammad bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, ini aku diajari waktu aku masih MI/SD dulu, tapi kok sulit juga ya mengerjakannya😀
itu dulu aja yang bisa aku tuliskan untuk hari ini, udah magrib mau buat laporan dulu ama Yang Maha Kuasa, moga2 ada manfaatnya🙂

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “dari tahi ayam hingga soto ayam, cerita singkat belajar kehidupan”

RSS Feed for Duniaku Comments RSS Feed

mmmm…
Bner jga tw…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: