dari tahi ayam hingga soto ayam, cerita singkat belajar kehidupan
kemaren sore hujan rintik-rintik, suasana yang sangat nyaman kalo kita sekedar nongkrong, duduk2, ngobrol2 santai sambil minum teh/kopi panas dan makan gorengan, ah benar2 nikmat. itu adalah rencana saya bareng teman2 karena emang lagi free, nggak ada kerjaan
. tapi nggak lama ketika kita keluar lab, kita ketemu Bapak kita tercinta, Pak Wu. Saat itu beliau sedang ngobrol lewat telp dengan seorang diseberang sana. ketika beliau selesai segera beliau menawarkan pada kita apakah ada yang mau ikut bertemu dengan seseorang untuk belajar ilmu kehidupan. kontan aja aku langsung menjawab “ok bapak saya ikut” ya karena emang nganggur aja
.
setelah sholat ashar kita segera cabut ke daerah Ambengan dengan motor. meskipun hujan rintik2 masih menemani kita dengan setianya toh kita tetep aja berangkat. nggak lama kita udah sampe di Ambengan dan segera bisa bertemu dengan orang yang dimaksud. bayangan saya, orang itu masih muda dan berpenampilan seperti seorang jaksa karena kita memarkir motor didepan ruko milik seorang notaris&PPAT. yah ternyata orangnya seusia dengan Pak Wu atau mengkin lebih tua sedikit. Abdurrochim namanya, orang yang sederhana dan sangat bersahaja, seperti pramuka aja
. begitu ketemu saya mengira beliau berdua adalah teman lama, atau setidaknya sudah cukup lama kenalnya karena cara bicara dan bergaulnya benar2 seperti layaknya teman lama. tapi setelah ngobrol sendiri dengan pak wu, mereka pada saat itu baru ketemu untuk kedua kalinya. benar2 hebat cara kominikasi beliau2 ini
.
semula aku juga mengira akan ada pembicaraan yang serius dan sedikit senyum apalagi tertawa, ternyata saya salah, semua pembicaraan yang terjadi seperti bukan pembicaraan serius alias guyonan, cangkruan . namun dalam cangkrukan itu banyak makna yang dapat diambil. mulai dari cara pandang terhadap fenomena masyarakat yang bisa jadi bisnis yang menguntungkan, kejelian dalam memandang kehidupan, kesiapan dan kekuatan mental menghadapi kesulitan hidup untuk dijadikan tantangan yang menarik ladang bisnis yang menguntungkan…ujung2nya bisnis ya :-/
dari pembicaraan yang panjang itu ada beberapa hal yang saya tangkap dari pemikirian beliau (pak rochim) : jangan menganggap masalah orang lain sebagai tontonan semata apalagi harus dipersulit, justri kita harus menolongnya dengan apapun yang kita bisa, pandang kehidupan ini dengan jeli, mental kita harus kuat, jangan biarkan uang kita diam saja tanpa dimanfaatkan. satu lagi pesan yang aku dapat dari pak wu adalah jangan pernah enggan apalagi lupa untuk menolong orang jika kita udah mapan, aman dan nyaman tapi jangan menunggu kaya untuk menolong orang. semuanya bermuara pada sabda Rasulullah Muhammad bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, ini aku diajari waktu aku masih MI/SD dulu, tapi kok sulit juga ya mengerjakannya ![]()
itu dulu aja yang bisa aku tuliskan untuk hari ini, udah magrib mau buat laporan dulu ama Yang Maha Kuasa, moga2 ada manfaatnya


